RS Mata "Dr. YAP" Tingkatkan Kompetensi Dokter Mata Soal IOL Premium
Yogyakarta, 15 Desember 2025 - Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" menggelar seminar dan workshop bertajuk "How to Elevate Your Practice with IOL Premium" dengan sasaran dokter spesialis mata di Aula Gedung Operasi Lantai 2 serta Grha Pendidikan Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" pada Jumat - Sabtu, 12 - 13 Desember 2025.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" dr. Erin Arsianti, Sp.M(K), M.Sc, MPH, FISQua CPCCP dalam sambutannya menyatakan seminar dan workshop ini merupakan bentuk keseriusan menjalankan salah satu misi rumah sakit, yaitu mengembangkan pendidikan, pelatihan, dan penelitian kesehatan mata. "Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi terkait IOL Premium bagi para dokter (spesialis)," ungkapnya.


Hadir sebagai pemateri ceramah Prof. dr. Agus Supartoto, Sp.M(K) - Dokter Spesialis Mata Konsultan Rekonstruksi, Onkologi, Okuloplasti dan Katarak Bedah Refraktif Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" - dan dr. Afrisal Hari Kurniawan, Sp.M(K). Turut hadir pemateri ceramah sekaligus instuktur wet lab dr. A. Kentar Arimadyo Sulakso, Sp.M(K), M.Si.Med. Menghadirkan pula pemateri ceramah, instruktur wet lab, dan dokter operator live surgery dr. Rinanto Prabowo, Sp.M(K), M.Sc - Dokter Spesialis Mata Konsultan Katarak dan Bedah Refraktif Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" dan Klinik Utama Mata "Dr. YAP" Magelang.
"Sekarang ini ada pasien sudah 6/6 (tajam penglihatan normal) tapi masih belum puas, masih ingin lebih," buka moderator sesi materi ceramah dr. Syam Suharyono, Sp.M - Dokter Spesialis Mata Subdivisi Katarak dan Bedah Refraktif Rumah Sakit Mata "Dr. YAP".
Dokter Kentar dalam paparannya menyebut perkembangan teknologi kesehatan termasuk kemajuan dalam dunia lensa buatan (intraocular lens - IOL) turut mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Termasuk bagaimana pasien ingin kebutuhannya dapat diakomodasi dengan teknologi terkini. "Potensi kebutuhan pasien yang membutuhkan IOL Premium sangat besar," ungkapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan yang terdeteksi layaknya "skyrocket". Terlebih, lensa-lensa premium memiliki beragam fitur yang dapat disesuaikan dengan gaya hidup serta kebutuhan calon penggunanya. Sehingga, perlu ditambah jumlah dokter spesialis mata yang cakap melaksanakan operasi dengan IOL Premium ini di seluruh Indonesia. "Siapa sih pasien yang ga' mau bisa melihat tanpa spectacle?" sambungnya.
Mengusung teknologi yang menawarkan berbagai keunggulan bagi penglihatan, IOL Premium berpotensi menimbulkan banyak pertanyaan dari pasien dan keluarga sebagai pertimbangan dalam memilih lensa sebelum dilakukan operasi. Dokter Bobby, sapaan dr. Rinanto Prabowo, dalam pemaparannya menegaskan keutamaan edukasi yang terbaik oleh dokter spesialis mata kepada setiap pasien. "Kemampuan kita (dokter spesialis mata) mendengarkan (kebutuhan pasien) membuat pasien puas," tegasnya.
Dokter Afrisal mengajak para peserta seminar dan workshop untuk mulai dari sekarang memantapkan kecakapan dalam menggunakan IOL Premium. "Karena hampir semua pasien katarak adalah kandidat (menggunakan) Premium IOL," katanya. Hanya sebagian kecil yang setelah dilakukan screening kemudian tidak realiable secara fisiologis dipasang IOL Premium.


Kondisi tersebut diamini oleh Prof Agus, dimana saat ini pasien yang datang ke dokter spesialis mata untuk minta dipasang lensa premium. "Dokter kan pelayan, jadi kita berusaha menyediakan apa yang dibutuhkan pasien," sambungnya.
Seminar dan Workshop yang didukung oleh Transmedic Ophthalmology, PT Opmic Perkasa Mandiri, serta Topcon Healthcare ini diikuti oleh 15 dokter spesialis mata. Selain materi ceramah oleh para ahli IOL Premium, event ini juga menghadirkan live surgery bersama dokter operator dr. Rinanto Prabowo, Sp.M(K), M.Sc bagi dua pasien operasi katarak phacoemulsifikasi menggunakan IOL Premium. Di hari kedua, dilaksanakan wet lab dengan instruktur dr. Rinanto Prabowo, Sp.M(K), M.Sc dan dr. A. Kentar Arimadyo Sulakso, Sp.M(K), M.Si.Med. yang dilaksanakan di Grha Pendidikan Rumah Sakit Mata "Dr. YAP".
(Humas Rumah Sakit Mata "Dr. YAP")