#
  • #
    Emergency Call

    (0274) 584 423

  • #
    Phone

    (0274) 544744 - 550380

  • English

OFFICIAL WEBSITE

RS Mata
"Dr. YAP"

Home / Informasi / Berita

Berita

#

Admin

Bakti Sosial Pemeriksaan dan Operasi Mata Gratis (Katarak, Glaukoma, dan Pterygium) Memperingati HUT ke-102 Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" Tema: "Eye Care Improvement: Transforming Health Care for Brighter Future"


Badan Pusat Statistik (BPS) dalam risetnya pada 2022 mencatat angka hilangnya penglihatan di Indoensia mencapai 8 juta kasus dengan kebutaan dialami oleh 272 ribu masyarakat seantero negeri. Sementara itu, 700 ribu orang mengalami kesulitan dalam melihat. Sebanyak 7,4 juta masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan ringan. Data International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) menyebut bahwa selama 2010-2020 angka gangguan penglihatan di Indonesia terus naik. Dalam rentang waktu tersebut, 500 ribu orang mengalami kebutaan. Sejalan dengan peningkatan jumlah penderita penyakit penglihatan sedang dan berat sampai lebih dari 2 juta kasus. Lonjakan terjadi pula pada jumlah penderita gangguan penglihatan ringan yang mencapai 1,3 juta kasus. Lebih lagi, ada 2,2 juta kasus pada penderita dengan kondisi terancam kehilangan penglihatan.

Menilik data di atas, kebutaan dan gangguan tajam penglihatan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Fenomena tersebut perlu direspon dengan menggalakan deteksi dini mata. Pemeriksaan ini menjadi gerbang awal pengentasan masalah penglihatan. Dengan deteksi dini permasalahan mata akan diketahui dengan segera sehingga dapat ditangani seawal mungkin. Keterlambatan deteksi pada gangguan mata meningkatkan risiko terlambatnya terapi. Lebih jauh, kualitas penglihatan dan aktivitas sehari-hari penderita gangguan penglihatan berpotensi terganggu seiring perburukan yang mungkin terjadi.

Pemeriksaan dan deteksi dini gangguan mata telah menjadi perhatian nasional melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Namun, pada faktanya tidak semua orang memiliki akses dan kesempatan yang sama. Masih banyak penderita gangguan penglihatan dan berisiko mengalami kebutaan tidak mendapat akses ke pelayanan kesehatan mata yang memadahi. Berangkat dari kondisi tersebut, Rumah Sakit Mata "Dr. YAP" berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai fasilitas kesehatan yang dapat memberi layanan deteksi dini. RS Mata "Dr. YAP" ingin menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan mata, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Salah satu upaya yang secara rutin dilaksanakan adalah menggelar kegiatan bakti sosial pemeriksaan dan operasi mata.

Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-102, tepatnya 29 Mei 2025 mendatang, RS Mata "Dr. YAP" menggelar bakti sosial bertajuk "Pemeriksaan dan Operasi Mata Gratis - Eye Care Improvement: Transforming Health Care for Brighter Future". Kegiatan ini digalang dengan tujuan turut menekan angka kebutaan di Indonesia, terutama kebutaan yang dapat dicegah. Tahun ini, RS Mata "Dr. YAP" berhasil menghimpun sebanyak 129 peserta screening (pemeriksaan awal) dari keluarga pra-sejahtera, khususnya yang tidak memiliki BPJS maupun jaminan kesehatan lainnya serta menyertakan surat keterangan tidak mampu, yang dibagi dalam dua hari yaitu pada Senin, 21 April dan Kamis, 24 April 2025 di poli rawat jalan RS Mata "Dr. YAP". Pasien yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan tindakan operasi, akan ditindaklanjuti dengan operasi sesuai diagnosisnya. RS Mata "Dr. YAP" menyediakan 56 paket operasi mata gratis, yang terdiri dari 41 operasi katarak, 5 operasi glaukoma, dan 10 operasi pterygium.

Saat ini, katarak adalah penyebab kebutaan nomor satu di dunia, termasuk Indonesia. Katarak adalah terjadinya perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Kekeruhan tersebut menyebabkan cahaya terhalang masuk mencapai retina. Akibatnya, penderita katarak kesulitan melihat dengan jelas. Penderita katarak akan mengalami kabur seperti melihat kaca yang berembun atau seperti berada di tempat berkabut. Selain itu, penderita katarak juga dapat mengalami mata lebih mudah silau, penglihatan ganda saat mengemudi di malam hari, perlu cahaya ekstra untuk membaca, serta lensa mata (manik mata) berubah buram atau berwarna putih seperti susu.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor dua di dunia setelah katarak, termasuk Indonesia. Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata kronis dan progresif yang disebabkan oleh peningkatan tekanan bola mata sebagai salah satu faktor risiko utamanya. Glaukoma dapat mengenai satu atau dua mata sekaligus di segala rentang usia, baik pada pria maupun wanita. Walau tekanan bola mata tinggi merupakan faktor utama, penyebab glaukoma multifaktorial. Tekanan bola mata tinggi paling sering disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran cairan bola mata (humor aqueos). Sehingga terjadi penumpukan dan saraf mata terdesak. Berdasarkan sifatnya yang seringkali tanpa gejala nyata, glaukoma sering disebut "si pencuri penglihatan". Penderitanya tidak menyadari sampai kerusakan pada penglihatan mulai terjadi bahkan yang sudah dalam tahap lanjut. Deteksi, diagnosa, dan penanganan kasus glaukoma harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah perburukan penglihatan. Sebab, jika terlambat penglihatan yang hilang akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan atau bersifat irreversible.

Pterygium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular yang berbentuk selaput tipis pada bagian putih mata atau konjungtiva. Pertumbuhannya dapat mengalami pembesaran atau perluasan hingga kornea mata. Pterygium banyak dijumpai di daerah tropis seperti Indonesia. Orang dengan aktivitas luar ruang dan terpapar sinar matahari langsung berisiko lebih besar mengalami pterygium. Selain paparan sinar matahari, debu, pasir, partikel-partikel yang terbawa angin, mata kering, infeksi mikroba atau virus merupakan faktor-faktor risikonya. Penderita pterygium umumnya merasa kering pada mata, mengganjal, merah, dan gerak bola mata terganggu.

Pasien yang dinyatakan lolos setelah dilakukan screening, ditindaklanjuti dengan operasi pada Minggu, 27 April 2025. Operasi dilaksanakan di Kamar Operasi RS Mata "Dr. YAP" oleh dokter-dokter spesialis mata RS Mata "Dr. YAP". Setelah operasi, pasien dijadwalkan kembali pada H+1 dan H+7 untuk kontrol. Rangkaian acara diikuti dengan pemberian kenang-kenangan oleh Ketua Umum Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo GBPH H. Prabukusumo, S.Psi kepada peserta bakti sosial secara simbolis. Setelah itu, disambung dengan syawalan dan halal-bihalal bersama Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, staf medis, serta purna tugas karyawan (pensiunan) RS Mata "Dr. YAP".

Rumah Sakit Mata "Dr. YAP"
Terdepan, Optimal, Terpercaya
Jl. Cik Di Tiro No. 5 Yogyakarta 55223
Office: 0274 547448
Pendaftaran pasien: 0274 544744 | WhatsApp 0811 2700 7771
Pendaftaran online: app.yap.or.id
Humas: 0274 547448 Ext. 151 | WhatsApp 0888 0281 1255

www.yap.or.id

Follow Kami

Alamat Kami

Jl. Cik Di Tiro No.5 Yogyakarta 55223

Phone (Kantor) : (0274) 547448 - 562054

Emergency Call

(0274) 584 423

Hanya Untuk Pasien Gawat Darurat

Humas

Whatsapp : 0888 0281 1255

hukmas@yap.or.id

Pendaftaran Pasien dan Informasi

(0274) 544744 - 550380

Whatsapp : 0811 2700 7772


Pendaftaran Online dapat melalui :

Website  |  Android

#
#
#
#