#
  • #
    Emergency Call

    (0274) 584 423

  • #
    Phone

    (0274) 544744 - 550380

  • English

OFFICIAL WEBSITE

RS Mata
"Dr. YAP"

Layanan Sub Spesialistik / Glaukoma

Glaukoma

#

Rekonstruksi, Okuloplasty & Onkologi Mata

Bertambahnya usia seseorang akan mengakibatkan perubahan pada struktur anatomi tubuhnya. Semakin tua, jaringan di kelopak mata akan melemah. Selain itu, kulit di area sekitar mata akan kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini mengakibatkan kulit dan lemak akan mengendur kemudian berkumpul di bawah kelopak mata dan terbentuk kantung mata. Jika bagian yang kendur berada di kelopak mata atas dapat menutupi penglihatan.

Blefaroplasti merupakan suatu prosedur operasi yang digunakan untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan tujuan membuat penampilan lebih baik serta nampak lebih muda. Blefaroplasti dilakukan dengan cara mengurangi kelebihan lemak dan mengurangi kelebihan kulit yang mengendur. Tindakan ini bisa dilakukan dengan anestesi (bius) lokal maupun anestesi total. Namun demikian, sebagian besar pelaksanaan blefaroplasti dilakukan dengan anestesi lokal. Prosedur blefaroplasti dengan anestesi lokal artinya pasien dalam kondisi sadar dan obat anestesi dimasukkan melalui suntikan di area mata. Sedangkan blefaroplasti dengan anestesi total artinya pasien dalam kondisi tidak sadar (tidur) dan obat anestesi diberikan melalui suntikan pada pembuluh darah (infus). Blefaroplasti dapat dilakukan pada kelopak mata atas maupun bawah, menyesuaikan kondisi dan keluhan pasien.

Keluhan yang umum diungkapkan oleh pasien adalah kelopak mata atas turun. Kondisi tersebut membuat wajah tampak lelah dan sendu. Selain itu, pasien juga kerap mengeluhkan lapang pandangan yang berkurang atau ada bagian yang menutupi pandangan. Kedaaan yang muncul akibat turunnya kelopak mata bagian atas. Ada pula mata bagian bawah yang tampak bengkak dan membentuk kantung mata.

Tindakan blefaroplasti sebagian besar bersifat kosmetik karena bertujuan memperbaiki penampilan dan membuat wajah tampak lebih muda. Karenanya, secara umum tidak ditanggung oleh asuransi. Namun demikian, ada pula tindakan blefaroplasti yang bersifat kebutuhan medis. Terutama jika kendurnya kulit menutupi sebagian atau seluruh penglihatan. Melalui blefaroplasti, pasien akan mendapat lapang pandang yang lebih luas sehingga meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam kasus demikian, asuransi umumnya dapat digunakan.

Bagaimana dengan risiko tindakan blefaroplasti?

Apakah blefaroplasti aman?

Apa saja risiko yang harus diketahui oleh pasien blefaroplasti?

Pada dasarnya, semua tindakan operasi mempunyai risiko, termasuk blefaroplasti. Reaksi berlebihan terhadap obat anestesi, infeksi, perdarahan, mata kering, sulit menutup mata akibat tarikan luka operasi, scar (bekas luka) yang mungkin terlihat, perbedaan warna kulit, tidak seimbangnya hasil antara mata kanan dan mata kiri, nyeri bekas operasi merupakan efek samping yang mungkin dialami oleh pasien blefaroplasti.

Sebelum melakukan tindakan blefaroplasti, pasien diharapkan dapat berdiskusi dengan dokter yang akan melaksanakan tindakan tersebut. Kondisi pasien, masalah atau keluhan yang dihadapi, penyakit-penyakit lain yang diderita, obat-obatan yang sedang dikonsumsi secara rutin, hasil akhir yang diharapkan, serta komplikasi tindakan yang mungkin terjadi harus dipahami agar terjadi hubungan kerja sama yang baik antara dokter dan pasien.

Setelah tindakan blefaroplasti, mungkin pasien dapat merasakan penglihatan kabur yang sementara akibat penggunaan tetes mata atau salep pada area mata. Selain itu, ada kemungkinan pasien merasakan mata berair, mata bengkak, mata panda atau lebam pada area mata, nyeri atau ketidaknyamanan akibat tindakan tersebut. Untuk meringankan gejala tersebut, pasien dapat diberikan kompres es atau kompres dingin, menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter, tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi, dan menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dan kelopak dari paparan matahari serta angin.

Setelah operasi blefaroplasti, aktivitas yang harus dihindari pasien antara lain berenang, jogging ataupun aerobic, mengangkat benda berat, merokok, dan menggosok area mata selama kurang lebih satu hingga dua minggu. Namun demikian, kondisi tersebut harus didiskusikan bersama dokter yang menangani mengingat setiap kondisi pasien bisa berbeda.

Sebagai kesimpulan, tindakan blefaroplasti memang bisa dilakukan untuk membuat wajah Anda menarik, tampak lebih muda, dan meluaskan lapang pandang yang sebelumnya menutupi penglihatan. Namun demikian, tindakan ini tidak bebas dari risiko. Penting untuk Anda berdiskusi mengenai keluhan, risiko, dan harapan melalui tindakan blefaroplasti tersebut bersama dokter sebelum melaksanakan tindakan.


#
#
#
#