Kenali Ablasio Retina
Ablasio retina merupakan gangguan pada mata berupa terlepasnya retina atau lapisan saraf mata dari perlekatannya. Ablasio retina dapat di kelompokkan menjadi 3 macam, yaitu ablasio retina akibat robekan, ablasio retina traksional, dan ablasio retina eksudativa. Ablasio retina dapat terjadi karena proses degenerasi, infeksi atau faktor penyebab lainnya. Ablasio retina yang paling banyak di dapatkan adalah ablasio retina akibat robekan. Apabila ablasio retina akibat robekan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.
Apa saja faktorrisikoAblasio Retina?
Ablasio retina akibat robekan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Degenerasiretina
2. Rabun jauh/ myopia patologis
3. Pernahmengalami trauma mata
4. Riwayatkeluarga
5. Pernahdilakukan tindakan bedah mata
6. Pernahmengalami ablasio retina sebelumnya
7. Mengalamirobekan retina pada mata
Bagaimana gejala Ablasio Retina?
Gejala yang timbul pada pasien ablasio retina antara lain sebagai berikut :
1. Terlihatbanyak floaters bergerak (bintikhitam) disertai kilatan cahaya
2. Munculbayangan pada penglihatan periferal (samping)
3. Munculseperti tirai menutupi sebagian penglihatan
Bagaimana penanganan Ablasio Retina?
Pasien dengan ablasio retina perlu dilakukan tindakan operasi untuk menempelkan kembali retina atau lapisan saraf mata yang terlepas. Karakteristik atau kondisi ablasio retina yang terjadi pada masing-masing pasien berbeda-beda sehingga membutuhkan tindakan yang bisa saja berbeda. Berikut beberapa jenis tindakan operatif untuk ablasio retina :
1. Pneumatic Retinopexy
Metode pneumatic retinopexy digunakan apabila robekan retina berada di bagian atas, hanya satu atau beberapa tetapi berdekatan, dan tidak disertai komplikasi lain. Metode ini dilakukan oleh Dokter spesialis mata dengan memasukkan gelembung gas kedalam rongga vitreous, dengan tujuan menutup robekan retina sehingga retina yang terlepas akan terdorong dan menempel pada posisi semula.
2. Scleral Buckle
Metode Scleral Buckle dilakukan oleh Dokter spesialis mata dengan cara memasangkan silikon di bagian luar dinding bola mata seperti “sabuk” disekitar robekan retina sehingga diharapkan retina yang terlepas dapat mendekat ke posisi semula.

3. Vitrektomi posterior
Vitrektomi merupakan metode bedah operatif untuk menangani ablasio retina. Dokter spesialis mata akan mengambil/membersihkan gel vitreous yang keruhpada rongga dalam mata, melekatkan kembali retina yang terlepas, melepaskan jaringan ikat dari permukaan retina dan memasukkan gas/minyak silicon sebagai pengganti gel vitreous. Tindakan vitrektomi ini bisa dikombinasikan dengan tindakan scleral buckle sesuai dengan kondisi pasien.

Keberhasilan penanganan ablasio retina dipengaruhi oleh lama terjadinya ablasio retina sebelum dilakukan tindakan, kondisi/luasnya ablasio retina yang terjadi dan ada atau tidaknya komplikasi. Penanganan harus dilaksanakan secepatnya untuk menghindari kerusakan saraf mata secara permanen. Bagi Anda yang memiliki faktor risiko terjadinya ablasio retina, sebaiknya melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan retina rutin kedokter spesialis matas etiap 6-12 bulan.
Referensi :
1. American Academy of Ophthalmology. Retinal Detachment : Diagnosis and Treatment. https://www.aao.org/eye-health/diseases/detached-torn-retina-treatment
2. Retinal Detachment. https://eyewiki.aao.org/Retinal_Detachment