Good Sight Project: Gandeng Kader Posyandu Latih Deteksi Dini Ganguan Penglihatan
Yogyakarta, 27 Juli 2023 - Good Sight Project merupakan program sinergitas yang diinisiasi oleh RS Mata "Dr. YAP". Tujuannya adalah mendukung transformasi layanan primer melalui optimalisasi kegiatan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit) di tingkat desa dan puskesmas (Posyandu Prima). RS Mata "Dr. YAP" bersinergi bersama Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Dinas Kesehatan di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Melalui kolaborasi dalam Good Sight Project, RS Mata "Dr. YAP" berharap dapat berperan mengatasi berbagai permasalahan kesehatan mata di masyarakat.
RS Mata "Dr. YAP" mengundang kader-kader posyandu yang berasal dari Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan deteksi dini gangguan penglihatan serta sosialisasi faktor risiko gangguan penglihatan di Aula Gedung Operasi Lantai 2, Rabu, 26 Juli 2023. Sebanyak 69 kader posyandu yang hadir mendapat materi "Sosialisasi Faktor Risiko Gangguan Penglihatan" bersama dr. Dewi Prita Dharmastuti, SpM. Dilanjutkan dengan pratik "Deteksi Dini Gangguan Penglihatan" yang didampingi oleh dr. Nia Milastuti, SpM. Agenda ini dibuka oleh Direktur Utama RS Mata "Dr. YAP" dr. Alida Lienawati, M.Kes, FISQua.
"RS Mata "Dr. YAP" ingin ikut serta meningkatkan pengetahuan kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini gangguan penglihatan supaya bisa dipraktikkan di posyandu-nya masing-masing," ungkap dr. Alida dalam sambutannya.
Upaya promotif dan preventif saat ini harus didorong agar menjadi kesadaran bersama dalam bermasyarakat. Pasalnya kegiatan promotif dan preventif belum populer di Indonesia. Lebih-lebih yang berkaitan dengan kesehatan mata. Kegiatan yang meningkatkan awareness masyarakat akan bahaya gangguan mata yang tidak diatasi masih acap kali diabaikan. Sehingga, tidak jarang terjadi keterlambatan penanganan yang berakibat pada kebutaan. Penanganan gangguan pada mata yang tidak tuntas atau terlambat dapat berdampak pada kualitas hidup pasien. Sehingga akan mengganggu aktivitas keseharian penderitanya dari sisi sosial masyarakat.
Gaya hidup berperan besar dalam peningkatan risiko suatu penyakit. Sebagai contoh adalah life style yang tidak sehat meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penderita penyakit Diabetes Mellitus (DM), khususnya di wilayah DIY. Tingginya kasus DM berkorelasi dengan tingginya penyakit segment posterior mata. Retinopati Diabetika merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh komplikasi DM. Roadmap of Visual lmpairnent Control Progam in lndonesia 2017-2030 yang dicanangkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa dibutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang menjalankan fungsi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
RS Mata melalui Good Sight Project berkomitmen menekan angka kebutaan yang dapat dicegah dengan mengoptimalkan peran seluruh bagian masyarakat. Salah satunya adalah para kader kesehatan yang berada di posyandu-posyandu di seluruh wilayah DIY. Harapannya, para kader yang sudah mendapat pelatihan dapat mendukung pelaksanaan deteksi dini bagi masyarakat di lingkungan desa, rukun warga, dan rukun tetangga.
"Kami percaya komitmen kerja sama dan keikhlasan untuk program ini menjadi tugas mulia yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," pungkas dr. Alida.
Setelah pelatihan bagi kader posyandu asal Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta, selanjutnya RS Mata "Dr. YAP" akan menjalankan kegiatan serupa bagi kader kesehatan dari Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo.
(Humas RS Mata "Dr. YAP")